Selasa, 17 November 2020

Sempat Buka-Tutup, Akhirnya Dibuka Kembali Gunung Prau Wonosobo (Favorit Para Pendaki)

 


Adanya pandemi Covid-19 mengakibatkan semua pendakian gunung di wilayah Indonesia ditutup untuk sementara waktu, begitu pun gunung Prau yang terletak di Wonosobo Jawa Tengah. Gunung Prau ini terletak di kawasan dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah. Di Wonosobo sendiri menjadi tempat favorit orang lokal maupun orang dari luar kota untuk berwisata alam. Wonosobo memiliki daya tarik wisatawan yang kuat karena daerahnya yang memiliki hawa dan udara sejuk serta pemandangan yang akan memanjakan setiap wisatawan saat berkunjung ke sana. Saat pandemi muncul, tempat-tempat wisata yang berada di Wonosobo serta jalur-jalur pendakian gunung semuanya sempat ditutup.  Gunung Prau yang dikenal sebagai tempat pendakian yang selalu ramai didatangi oleh pendaki dari lokal maupun luar kota pun juga kena imbasnya dan tutup untuk sementara.

Puncak Gunung Prahu merupakan padang rumput luas yang memanjang dari barat ke timur. Bukit-bukit kecil dan sabana dengan sedikit pepohonan dapat kita jumpai di puncak. Gunung Prahu merupakan puncak tertinggi di kawasan Dataran Tinggi Dieng, dengan beberapa puncak yang lebih rendah di sekitarnya, antara lain Gunung Sipandu, Gunung Pangamun-amun dan Gunung Juranggrawah. Gunung yang tidak terlalu tinggi tetapi memiliki suatu puncak yang terdapat pemandangan serta hamparan padang rumput yang luas membuat mata yang melihat merasa takjub. Kebanyakan yang datang untuk mendaki gunung itu yaitu pendaki dari luar kota. Memang di kawasan Wonosobo memiliki banyak gunung yang dapat didaki dan salah satunya yang menjadi favorit untuk melakukan pendakian yang santai yaitu gunung Prau.

Gunung Prau memiliki tiga jalur yang dapat digunakan untuk mendaki antara lain yaittu pendakian jalur Pranten, Kecamatan Bawang, Babupaten Batang, Jalur Kenjuran, Kendal, dan Jalur faorit bagi para pendaki jalur Patak Banteng Wonosobo. Pada awal bulan Juli, pendakian Gunung Prau mulai dibuka kembali. Saat dibuka gunung tersebut langsung diserbu oleh para pendaki yang tentunya sudah sangat rindu untuk melakukan pendakian yang sempat tidak bisa melakukan pendakian karena adanya pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia. Jalur pendakian Patak Banteng Wonosobo pun dibanjiri oleh para pendaki. Ada aturan baru yang harus dilakukan oleh pendaki yaitu setiap pendaki yang ingin melakukan pendakian harus datang membawa surat sehat. Kuota di setiap jalur pendakian pun juga batasi setiap harinya.

Akibat kuota yang setiap harinya semakin bertambah dan selalu didatangi oleh pendaki  dari luar kota akhirnya semua pendakian yang ada di kawasan Wonosobo ditutup kembali untuk mengantisipasi dan menekan turunnya angka positif Covid-19 di Indonesia terutama dikawasan tersebut yang menjadi tempat wisata. Tentunya banyak pendaki yang kecewa atas kebijakan tersebut. Selang beberapa bulan, mulai 9 September 2020 akhirnya semua jalur pendakian yang ada di kawasan Dataran Tinggi, Dieng, Jawa Tengah dibuka kembali untuk umum. Tentunya semua jalur pendakian dan di Basecamp pendakian memiliki aturan yang ketat dan tetap selalu mematuhi protokol kesehatan agar yang mendaki tetap merasa aman.


Jumat, 25 September 2020

Dampak Pekerja Wirausaha Akibat Adanya Pandemi Covid-19





Wabah Corona yang melanda Indonesia saat ini pastinya merubah perekonomian orang-orang. Dengan adanya wabah Covid-19 yang sedang terjadi di negara kita ini, menimbulkan banyak dampak serta ancaman covid bagi pekerja dan perusahaan. Sektor ekonomi sudah terserang, berbagai sektor yang sangat merasakan dampak dari Covid-19, mulai dari hotel, jasa travel, perusahaan-perusahaan besar maupun kecil, pedagang, pekerja wirausaha, dan masih banyak yang lainnya.  Beberapa dari sektor bisnis, banyak juga yang sekarang melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK kepada karyawannya.

Pemerintah sudah menganjurkan beberapa pekerja harus melakukan pekerjaan dari rumah, seperti pegawai negeri sipil atau PNS, pegawai-pegawai perusahaan, para pelajar. Namun, tidak semua pekerja bisa melakukan pekerjaan dari rumah, khususnya para pedagang, dan pekerja wirausaha yang mempunyai suatu toko. Dari awal pandemi para pekerja wirausaha disuruh untuk menutup toko-tokonya. Padahal, para pekerja tersebut mendapat penghasilan dari penjualan tokonya itu. Jika toko saja tidak boleh dibuka, maka para pekerja itu tidak bisa mendapatkan penghasilan. Sementara pemerintah juga tidak memberikan suatu solusi agar para pekerja-pekerja tersebut bisa tetap untuk mencukupi kebutuhannya.

Sebagai contoh, di daerah kota Salatiga terdapat sebuah toko yang menjual berbagai minuman olahan dari kopi dan olahan-olahan lainnya. Toko tersebut didirikan oleh Anditya yang juga sebagai owner toko tersebut dari tahun 2019 awal. Saat pertama kali buka, Anditya sendiri lah yang menjaga toko serta sebagai  penjualnya. Lama-kelamaan toko tersebut semakin rame. Akhirnya dia pun mencari 2 pegawai untuk menjaga dan mengurus tokonya tersebut. Tetapi terkadang owner toko tersebut datang ke toko untuk membantu pegawai-pegawainya itu. Target utama penjualan minuman toko tersebut yaitu dari kalangan mahasiswa-mahasiswa serta orang-orang yang lewat di daerah itu. Karena toko itu terletak di dekat salah satu kampus UKSW, salah satu kampus swasta yang lumayan besar di daerah kota Salatiga,  kebanyakan yang membuat toko itu rame adalah mahasiswa-mahasiswi  dari kampus tersebut.

Tetapi, diawal tahun 2020 Indonesia terserang wabah Covid-19 yang mengakibatkan sistem perekonomian di Indonesia menjadi terganggu. Seperti toko-toko harus tutup sesuai anjuran dari pemerintah. Dan akhirnya, Anditya sebagai owner toko tersebut pastinya mau tidak mau menutup tokonya. Tidak ada penghasilan sama sekali selama tokonya tutup serta para pegawainya tidak bisa bekerja dan tidak mendapat gaji. Selang beberapa bulan, pemerintah memberikan rambu-rambu bahwa toko-toko bisa dibuka kembali dengan catatatan hanya boleh menggunnakan sistem take away yaitu hanya bisa membeli lalu pergi dan tidak boleh makan atau diminum ditempat. Padahal biasanya toko tersebut ramai digunakan mahasiswa-mahasiswa sebagai tempat nongkrong.

Penjualan dari toko tersebut semakin hari semakin menurun, bahkan bisa dibilang sepi sekali tidak ada yang membeli. Dikarenakan juga para mahasiswa dari kampus UKSW  banyak yang pulang ke daerah asalnya gara-gara adanya wabah Covid-19. Kehidupan di daerah tersebut menjadi sepi sekali dan sangat berbeda dari biasanya. Yang biasanya daerah tersebut sangat ramai dan banyak orang-orang yang nongkrong, di daerah itu sekarang menjadi sangat sepi sekali. Sungguh sial sekali si Anditya yang baru saja merintis usahanya yang mulai berkembang, tetapi sekarang menjadi bangkrut karena adanya Covid-19 yang sedang menyerang di negara Indonesia ini.




 

Selasa, 14 Juli 2020

Google Meeting Sebagai Alternatif Pembelajaran di Tengah Pandemi



SALATIGA- Coronavirus disease atau Covid-19 merupakan salah satu jenis virus yang berasal dari  keluarga coronavirus. Virus ini menyebar dari manusia ke manusia melalui percikan saliva atau air liur manusia ketika manusia tersebut batuk atau bersin yang tidak ditutup oleh kain ataupuntidak menggunakan masker. Karena jumlah manusia yang terkena virus ini semakin bertambah setiap harinya, maka World Health Organization (WHO) mengumumkan situasi ini menjadi situasi pandemi.

Akibat dari penyebaran virus corona yang semakin banyak setiap harinya, hal ini berdampak pada perekonomian, pendidikan, kesehatan, sosial budaya serta politik di semua negara yang terjangkit covid-19. Orang-orang pun pada mengeluh akibat pandemi ini, karena menjadi susah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.Terutama dalam bidang pendidikan dan pekerjaan ini maka langkah yang diambil oleh Gubernur Jateng dengan mengumumkan per tanggal 16 Maret sampai 22 Mei baik itu sekolah, kampus serta kantor-kantor meniadakan pembelajaran atau pekerjaan yang dilaksanakan di sekolah, kampus maupun kantor. Kebijakan ini dikenal dengan nama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Work From Home (WFH) sebagai salah satu cara untuk mencegah terjangkitnya virus corona. Pembelajaran tetap berlanjut walaupun peserta didik tidak datang langsung ke sekolah atau kampus tempat peserta didik menimba ilmu.

Salah satu cara yang digunakan oleh para guru atau dosen sebagai media pembelajaran ditengah pendemi covid-19 yaitu menggunakan aplikasi Google Meet yang dapat digunakan pada smartphone maupun PC dengan model pembelajaran tatap muka ataupun grup chat,  dimana aplikasi ini sudah dikembangkan oleh Google pada tahun 2013. Hal ini dianggap sebagai salah satu media yang efektif sebagai wadah belajar yang menggantikan kelas ataupun ruangan meeting. Google Meet mencakup 250 orang dalam satu telekonferensi yang dibuat oleh satu orang host yang sudah terintegrasi dengan G Suite.

Sebagai tahap awal juga, Google Meet tidak memberlakukan batas waktu penggunaannya, tetapi pada September 2020 nanti akan di berlakukan batas waktu penggunaan yaitu 60 menit untuk akun yang tidak memiliki G Suite. Tetapi Google Meet mempunyai kelebihan dan kekurangan. Yang menjadi masalah dalam hal ini yaitu tidak ada fitur hemat data. Siapapun yang mengakses Google Meet harus menggunakan paket data. Sementara itu siswa atau mahasiswa pasti memiliki keterbatasan dalam paket data dan begitupun sinyal yang ada di daerah masing-masing. Tetapi keunggulan dari Google Meet ini juga banyak dan mudah untuk dioperasikan. Kini masyarakat yang ingin menggunakan aplikasi Google Meet tidak perlu harus terhubung dengan G Suite, tetapi Google Meet bisa diakses dengan menggunakan akun gmail saja.

Rabu, 29 April 2020

Sebagai Upaya Pencegahan Corona, Desa Bedono Kabupaten Semarang Melakukan Penyemprotan Desinfektan Secara Berkala



Dalam mengantisipasi penyebaran virus corona, Desa Bedono, Kecamatan Jambu, Kab. Semarang, melakukan kegiatan penyemprotan cairan desinfektan secara berkala. Kemarin pada hari Minggu, 26 April 2020, karang taruna Desa Bedono serta warga yang ikut membantu melakukan kegiatan kembali penyemprotan cairan desinfektan ke rumah-rumah warga sekitar serta di tempat-tempat yang biasanya dilalui atau di kunjungi banyak orang. Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB, diawali dengan pemuda-pemudi  karang taruna Desa Bedono, menyiapkan peralatan serta membuat cairan desinfektan secara mandiri dengan menggunakan bahan-bahan seadanya. Mereka menggunakan Bahan-bahan  dengan mencampur cairan pemutih bayclin, karbol, pembersih lantai serta alkohol 70%. Bahan-bahan tersebut dicampurkan sesuai takaran yang benar. Para pemuda-pemudi karang taruna Desa Bedono, melakukan pemnyemprotan dengan menggunakan alat semprot yang biasa digunakan untuk menyemprot hama pada umumnya.


Pemuda-pemudi karang taruna Desa Bedono sangat antusias dalam kegiatan ini guna untuk membangkitkan rasa cinta terhadap lingkungan sekitar dan serta untuk mengantisipasi penyebaran virus corona yang menjadi wabah di negara kita ini. Banyak warga-warga lain yang juga turut membantu kegiatan penyemprotan cairan desinfektan tersebut.  Pemuda-pemudi karang taruna Desa Bedono juga memberikan arahan atau himbauan kepada warga-warga sekitar agar tetap menjaga kebersihan, rajin-rajin mencuci tangan jika setelah memegang benda apapun, serta tetap menjaga jarak. Di tempat-tempat tertentu, pemuda-pemudi karang taruna juga membuat tempat cuci tangan dengan menggunakan barang bekas yaitu ember. Total ada 15 titik tempat cuci tangan yang dipasang secara gotong royong dari pemuda-pemudi karang taruna Desa Bedono serta para warga yang membantu.

Rabu, 15 April 2020

Syekh Puji Muncul Kembali dengan Kasus yang Kontroversial







Pujiono Cahyo Widianto atau yang sering kita kenal dengan Syekh Puji lagi-lagi berulah dan membuat kasus lagi. Syekh puji ini adalah seorang pemimpin di suatu pondok pesantren yang bernama Mifatahul Jannah yang berlokasi di Desa Bedono, Kecamatan Jambu, semarang. Sedangkan tempat tinggal saya juga di Desa Bedono yang tidak jauh dengan pondok tersebut dan bisa dikatakan dekat sekali dengan pondok Syekh Puji itu. Namanya dikenal setelah ia mengaku menikahi anak yang berusia 12 tahun sebagai istri keduanya pada tahun 2008 silam. Dan ia juga menyatakan rencana akan menikahi dua orang anak dibawah umur dengan alasan bahwa pernikahan tersebut menurutnya tidak melanggar hukum Islam. Selain itu, ia juga ingin mendidik istri-istrinya untuk mendidik menjadi manager di perusahaan yang dipimpin Syekh Puji itu. Pada saat itu Syekh Puji juga menarik perhatian para Pers karena Syekh Puji membagi-bagikan zakat senilai 1,3 miliar rupiah pada bulan September tahun 2008 silam. Selain dikenal sebagai pemimpin pondok Miftahul  Jannah, ia juga dikenal sebagai orang yang kaya raya di Desa Bedono dengan usahanya yaitu dengan berbisnis suatu kerajinan dari kuningan melalui perusahaan PT Sinar Lendoh Terang yang dipimpinnya. Saat pemilu tahun 2004 ia pernah mencalonkan diri sebagai kandidat DPRD dari Partai Amanat Nasional. Tetapi pada saat itu Syekh Puji tidak terpilih. Syekh Puji emang dikenal sebagai orang yang nyentrik. Pada bulan Desember 2006 silam ia pernah dibacok seseorang ketika memimpin demonstrasi. Di catatan kepolisian Salatiga Syekh Puji pernah dilaporkan ke polisi sewaktu ia menjadi kepala Desa Bedono, karena menggundul paksa karyawan/karyawati di perusahaan miliknya pada bulan September tahun 1998.
            Pernyataannya menikahi anak di bawah umur menimbulkan banyak komentar di media karena dengan tindakannya itu ia dapat dianggap melanggar UU Perkawinan dan UU Perlindungan Anak. Atas kejadian itu Ketua Komnas Perlindungan Anak, Seto Mulyadi bertemu dengan Syekh Puji pada tanggal 28 Oktober 2008. Seusai pertemuan itu, Seto Mulyadi menyatakan bahwa Syekh Puji bersedia membatalkan perkawinannya. Dan kenyataannya, Syekh Puji ternyata tidak membatalkan perkawinan itu, dengan alasan perkawinan itu mendapat persetujuan dari orang tua istri mudanya. Dan akibatnya, polisi kembali mengembangkan kasus itu dan Syekh Puji dianggap melanggar UU Perkawinan dan UU Perlindungan Anak. Pada bulan Maret 2009 Syekh Puji dinyatakan sebagai tersangka oleh polisi. Syekh Puji ternyata juga pernah tercatat sebagai calon bupati Semarang dan dinobatkan sebagai terkaya dengan kekayaan sebesar Rp. 70,6 miliar.

             Lama tidak muncul di media dan lagi-lagi Syekh Puji muncul kembali dengan kasus yang kontroversial yaitu ia diduga menikahi seorang anak kembali yang umurnya masih 7 tahun dan anak itu berasal dari Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Atas dugaan kasus itu Syekh Puji dikecam banyak orang dan dinyatakan sebagai orang yang pedofil dan menyalahi hukum di negeri ini. Komnas Perlindungan anak menyatakan atas dugaan itu bahwa Syekh Puji sangat pantas mendapat hukuman 20 tahun penjara dan pantas untuk diikebiri. Tetapi dalam kasusu tersebut Syekh Puji memiliki alasan tersendiri yaitu dengan menuduh balik orang yang melaporkannya ke Polda Jawa Tengah tersebut. Dalam jawabnya pemilik pondok pesantren Miftahul Jannah itu menyatakan tuduhan itu karena ia tidak bersedia memberikan uang sebesar Rp. 35 miliar kepada orang tua anak itu dan Syekh Puji membantah atas tuduhan menikahi anak tersebut yang juga sebagai santri di pondoknya tersebut.



Senin, 23 Maret 2020

Resensi Film Spotlight


Image result for film spotlight 2015
Judul Film                   : Spotlight
Tahun Rilis                  : 2015
Genre                           : Drama
Stradara                        : Tom Mc Carty
Penulis                          : Josh Singer, Tom Mc Carty

RESENSI FILM
Film “Spotlight” bercerita tentang sebuah tim jurnalistik yang menama “Spotlite” . Tim Spotlight bentukan dari sebuah perusahan pererbitan yang bernama The Boston Globe. Tim ini mengkhususkan diri dalam menginvestigasi kasus-kasus besar dan prosesnya mampu memakan waktu panjang. Anggotanya terdiri dari Walter Robinson (Michael Keaton), sebagai editor serta akrab dipanggil Robby. Disusul kemudian tiga reporter : Michael Rezendez (Mark Ruffalo); Sacha Pfeiffer (Rachel McAdams); Matt Carroll (Brian d’Arcy James); dan Ben Bradlee Jr. (John Slattery) sebagai deputy editor.  Film ini bercerita pengungkapan kasus pencabulan oleh pastur yang telah berlangsung bertahu-tahun dan telah banyak memakan korban. Film ini di dalamnya menampilkan bagaimana tim redaksi “Spotlight” mencari bukti kasus pencabulan oleh pastur. Bukti yang dicari berupa dokumen kasus, wawancara dengan korban dan wawancara dengan pengacara yang menangani kasus tersebut.
Film diawali dari ilustrasi kejadian penangkapan seorang pastur yang ditangkap di kantor polisi Boston Massachussets atas kasus pencabulan di tahun 1976. Tetapi karena dianggap mempunyai pengaruh yang besar di masyarakat, akhirnya pastur tersebut dibebaskan. Setelah Marty Baron menggantikan Stewart sebagai posisi editor di kantor harian Boston Glob, ia mengusulkan untuk mengungkap kasus yang dilakukan oleh pastur dan pihak gereja selama bertahun-tahun dan tidak pernah diungkap secara umum. Beberapa tim redaksi Boston Globe masih mempertimbangkan keputusan itu karena langkah itu sama saja dengan menuntut pihak gereja. Pertimbangan tersebut juga didasarkan atas pengaruh gereja terhadap masyarakat. Akhirnya Baron menawarkan peliputan kasus ini kepada tim Spotlite dan tim Spotlite menerima tanggung jawab ini.
Tim Spotlite kemudian memulai investigasi besar itu dari pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang pendeta yang bernama John Geoghan . Tim Spotlight mencari bukti dengan melakukan wawancara terhadap korban dan pengacara, dokumen-dokumen pemberitaan dan dokumen hokum terkait kasus tersebut, dan bertemu dengan komunitas yang telah melakukan kajian terhadap kasus ini secara mendalam. Bahkan wawancara juga dilakukan dengan pihak cardinal dan para admisi yang telah meneliti kasus ini. Yang menjadi permasalahan adalah ketika Kardinal Law dari Uskup Besar Boston diduga mengetahui hal itu namun malah mendiamkannya.
Berawal dari satu nama pendeta, fakta-fakta baru berhasil didapatkan. Pada tahap awal, ada tiga belas nama berhasil dikantongi. Salah seorang mantan pendeta yang kemudian menjadi psychotheraphist, Richard Sipe (disuarakan oleh Richard Jenkins, sebab kemunculannya hanya lewat suara di telpon), memberikan tambahan informasi bagi Tim Spotlight lewat Michael Rezendez. Mengejutkan jumlah tersangka membengkak menjadi sembilan puluh.  Dan ketika pastur tersebut terbebas dari hukum setelah melakukan pencabulan mereka di berhentikan atau dipindah tugaskan. Selain itu, tim Spotlight juga mengindikasi adanya sejumlah pengacara yang membuat kasus pencabulan anak menjadi industri menguntungkan.
Pencabulan tehadap anak-anak terjadi begitu banyak karena para pastur yang sangat akrab dengan masyarakat dan bahkan mereka juga menjadi komite suatu sekolah di yang bertempat di seberang Boston Globe. Dokumen-dokumen terus di dapatkan oleh tim Spotlight untuk memperkuat bukti tersebut. Sesungguhnya berita-berita tentang kasus pencabulan ini telah terbit bertahu-tahun tetapi tidak pernah mendapat perhatian masyarakat maupun pihak berwajib sehingga isu ini tenggelam begitu saja.
Ketika bukti-bukti yang dicari sudah terkumpul dan kuat. Terjadi perbedaan pendapat antara anggota tim Spotlight untuk penerbitan berita ini. Anggapan bahwa masih ada bukti yang harus dicari adalah alasan mengapa berita ini harus ditunda penerbitannya. Hal ini dilakukan karena Baron mengincar sesuatu yang lebih besar yaitu institusi Gereja. Tetapi setelah beberapa pertimbangan akhirnya artikel tentang kasus ini segera diterbitkan. Artikel tentang kasus pencabulan anak oleh pastur akhirnya di muat di harian Boston Globe. Setelah diterbitkannya artikel ini, ternyata respon dari masyarakat sangat positif terutama para korban pencabulan. Tim Spotlight pun kewalahan menerima telefon dari responden.
KELEBIHAN
Kelebihan film Spotlight adalah film tersebut menggambarkan bagaimana kebebasan pers dalam pemberitaan. Film tersebut menjelaskan bahwa pemberitaan jurnalistik tidak memandang apakah tokoh tertentu, baik tokoh tersebut itu berkaitan dengan tokoh masyarakat atau masyarakat biasa. Jika ada hal yang seharusnya diketahui masyarakat banyak maka media masa seharusnya tidak menutupinya. Film ini juga menggambarkan bahwa berita yang berkualitas tidak hanya diperoleh dari isu semata, tetapi juga harus dikuatkan dengan bukti yang kuat. Film tersebut menjelaskan bahwa pemberitaan yang dipublikasi harus dapat dipertanggungjawabkan dengan bukti-bukti yang kuat.
KEKURANGAN
Kekurangan dari film ini terdapat pada jalan cerita yang terpotong-potong. Meskipun setiap setingnya mempunyai benang merah, penonton harus ekstra fokus untuk mendapatkan jalan cerita yang sebenarnya. penulis kurang memperlihatkan peran Matt Caroll yang merupakan salah satu anggota dari tim Spotlight. Hal ini membuat penulis mempertanyakan signifikansi Matt Caroll dalam investigasi tersebut.

Kisah Unik dan Kesaktian KH Abdurrahman


KH Abdurrahman

KH Abdurrahman
Kisah ‘kesaktian’ tersebut datang dari tokoh Muhammadiyah di Pekajangan, Pekalongan. Dialah KH Abdurrahman yang karib disapa Pak Haji, salah satu tokoh perintis pertama berdirinya Muhammadiyah di Kecamatan Pekajangan, Pekalongan. Meski sebagai perintis, KH Abdurrahman enggan untuk menerima jabatan struktural di Muhammadiyah, ia lebih memilih menjadi anggota biasa.
Diceritakan dalam buku Riwayat Hidup (Ri Dup) KH Abdurrahman yang diterbitkan oleh Pimpinan Muhammadijah Tjabang Pekadjangan (Pekalongan) tahun 1968. Pada saat KH Abdurrahman masih muda, dimalam hari yang hening ketika Pak Haji sedang bersantai di dalam rumahnya. Kemudian rumahnya dimasuki maling/pencuri yang di’pergoki’ olehnya.
Jika kebanyakan orang mengetahui pencuri, akan reflek dengan teriak dan meminta tolong kepada tetangganya. Namun beda halnya dengan Pak Haji, mengetahui kedatangan tamu tidak diundang itu, Ia malah menutup dan mengunci pintunya dari dalam. Dan bersiap untuk melawan atau mengajak duel pencuri tersebut.
Pencuri yang terpojok tersebut kemudian melawannya, sebab kalau lari keluar akan tertangkap dan menjadi bulan-bulanan massa. Maka terjadilah pertarungan sengit, keduanya saling jual beli serangan, memukul dan menangkis. Sehingga kegaduhan tersebut terdengar sampai keluar rumah, dan didengar oleh tetangga. Yang kemudian ramai-ramai mengepung rumah tersebut.
Tetangga atau massa yang telah berkumpul diluar berusaha untuk membuka pintu rumah. Namun dengan tegas dilarang oleh Abdurrahman, “Biarlah aku hajar sendiri si maling ini, jagoan penjahat yang meneter kesaktiannya.” Teriak Abdurrahman dari dalam sembari tetap meladeni serangan si pencuri.
Tidak berselang lama, Abdurrahman membuka pintu sambil menyeka keringat yang menetesdi dahinya. Ia berhasil melumpuhkan si pencuri, sehingga warga yang telah berkumpul dengan mudah menyeretnya untuk diserahkan kepada pihak keamanan.
KH Abdurrahman memiliki perawakan tubuh yang tinggi, tegap dan kuat. Karena beliau memang dikenal sebagai ahli pencak silat. Kepiawaian bermain pencak silat Pak Haji pernah disaksikan oleh para utusan Muktamar di Yogyakarta.
Ketika didalam pondokan tempat menginap Muktamirin, Pak Haji pernah sparing atau adu tanding silat dengan KH Mas Mansur salah satu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menguji keahlian bermain silat Pak Haji. Meskipun adu tanding tersebut sifatnya hanya senda-gurau untuk mengisi waktu luang, namun gerak langkah Pak Haji menunjukkan seorang yang ahli.
Pak Haji sendiri lahir pada tahun 1879 di Pekajangan, Pekalongan. Dengan nama kecil Mutaman bin H Abdulkadir, beristrikan Nyai Haji Sofijah. Sementara, perjumpaan beliau dengan Muhammadiyah dimulai ketika kelompok pengajian yang dibentuknya dilarang oleh Polisi setempat. Kemudian Ia berinisiatif untuk meminta bantuan kepada PP Muhammadiyah yang bertempat di Yogyakarta, niatan tersebut sempat ditahan oleh teman sejawatnya. Mereka mengira bahwa Muhammadiyah adalah organisasi Kristen.
Namun Pak Haji tetap bersih-keras untuk berkunjung ke Yogyakarta dan bertemu dengan perwakilan dari Muhammadiyah. Kedatangannya disambut oleh H Muchtar, H Abdulrrahman Machdum, H Wasool Dja’far dan lain-lain. Dari perjumpaan tersebut, Ia berhasil memahamkan kepada teman-temannya perihal Muhammadiyah. Yang kemudian bersama dengan teman-temannya pada 15 November 1922 menurut surat keputusan PP Muhammadiyah, berdiri Muhammadiyah Cabang Pekajangan.

TUTUP HINGGA NAIKKAN GAJI KARYAWAN, INILAH KISAH WARUNG MAKAN SAAT PANDEMI DI KAMPUS 1 UMS (Tugas Indepth)

  Nasib Pemilik Warung d i Sekitar UMS Selama Masa Pandemi Pandemi covid-19 tidak hanya menghilangkan banyak nyawa, tetapi juga menghilang...